Selamat datang di Desa Damai Berkelanjutan
Di tengah meningkatnya berbagai tantangan sosial, mulai dari polarisasi, kekerasan berbasis gender, intoleransi, dampak perubahan iklim, hingga ketidakpastian ekonomi, ketahanan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan dari atas. Pengalaman menunjukkan bahwa perdamaian yang berkelanjutan tumbuh dari komunitas yang memiliki kapasitas untuk mencegah konflik, menyelesaikan persoalan secara partisipatif, melindungi kelompok rentan, dan memastikan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang untuk terlibat dalam pembangunan. Berangkat dari keyakinan tersebut, AMAN Indonesia mengembangkan Desa Damai Berkelanjutan (DDB) sebagai model pembangunan desa yang mengintegrasikan perdamaian, mendorong kepemimpinan perempuan, mewujudkan inklusi sosial, memperkuat ketahanan komunitas, dan membangun sistem pencegahan serta perlindungan kekerasan ke dalam tata kelola desa.
Sejak diinisiasi pada tahun 2024 hingga sekarang, Desa Damai Berkelanjutan telah diimplementasikan di desa-desa mitra sebagai upaya membumikan agenda Women, Peace and Security (WPS) dan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembangunan desa. Melalui penguatan partisipasi warga, kepemimpinan perempuan, perlindungan kelompok rentan, penguatan kohesi sosial, serta ketahanan komunitas, DDB membuktikan bahwa desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga aktor utama dalam menjaga perdamaian dan keamanan manusia.
Berbeda dengan pendekatan pembangunan yang berfokus pada infrastruktur fisik semata, DDB menempatkan hubungan sosial, partisipasi warga, dan tata kelola yang inklusif sebagai fondasi pembangunan. Melalui sepuluh indikator Desa Damai Berkelanjutan, desa didorong untuk membangun mekanisme perlindungan perempuan dan anak, forum aspirasi perempuan, sistem penanganan kekerasan, penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, forum anak, ruang perjumpaan lintas kelompok, hingga sistem informasi desa yang lebih partisipatif. Pendekatan ini membantu desa membangun kemampuan untuk menghadapi berbagai risiko sosial secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Penggerak desa yang memimpin, mengoordinasikan, dan
mengawal implementasi Desa Damai Berkelanjutan
secara partisipatif dan inklusif.
Institusi negara yang memiliki wewenang dalam pengambilan kebijakan
Kelompok kerja di tingkat desa terdiri dari berbagai aktor lintas sektor
Organisasi perempuan di tingkat komunitas